Saat Ini, Mengganti Erick Thohir Sebagai Ketua Umum PSSI Adalah Tindakan yang Masuk Akal Sehat

Bidik Ekspres.id | Jakarta

Erick Thohir/Ketua Umum PSSI (Dok: pssi.org)

Erick Thohir adalah Ketua Umum PSSI yang di awal tahun lalu (6 Januari 2025) telah memecat Shin Tae-yong di saat dia (STY) sedang membuka jalan bagi Timnas Senior Indonesia menuju Piala Dunia 2026. Tindakan Erick Thohir saat itu adalah tindakan tidak masuk akal sehat. Akibat tindakannya, seperti sudah kita ketahui bersama, Indonesia dibawah asuhan Patrick Kluivert gagal di kualifikasi putaran keempat dan ia (Erick Thohir) telah menghancurkan mimpi masyarakat dan pemain Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Setelah kegagalan tersebut, sudah sepantasnya ia minta maaf dan secepatnya mencari pelatih baru dengan salah satu alternatif mengembalikan Shin Tae-yong seperti harapan banyak Netizen. Alih-alih mengembalikan Shin Tae-yong, ia justru dengan arogannya membuat pernyataan Shin Tae-yong sudah masa lalu. Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada Jumat (24/10/2025).

Gayanya bak pemilik klub, pecat pelatih di tengah jalan (kompensasi tidak langsung dilunasi), beri kontrak jangka panjang untuk pelatih baru (Patrick Kluivert), tapi nyatanya langsung dipecat. Dia (Erick Thohir) pikir PSSI itu klub kepunyaannya? Ia telah merusak reputasi sepak bola Indonesia.

Ia juga masih mencoba-coba menabrak aturan dan regulasi organisasi sepak bola internasional tentang larangan rangkap jabatan dalam struktur organisasi sepak bola dunia. Sebagai Ketua Umum PSSI, ia juga merangkap sebagai Ketua Komite Wasit PSSI. Ia mundur sebagai Ketua Komite Wasit PSSI karena adanya peringatan dari FIFA terkait rangkap jabatan yang tidak diperkenankan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Erick dalam mematuhi aturan sepak bola internasional.

Kemudian, sejak tanggal 17 September 2025 ia kembali rangkap jabatan. Sebagai Ketua Umum PSSI, ia juga merangkap sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia. Sikapnya berbanding terbalik dengan sikap Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali. Beliau (Zainudin Amali) justru mundur sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia setelah terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Keputusan Erick Thohir rangkap jabatan Menpora dengan Ketum PSSI dinilai rawan langar aturan, konflik kepentingan, dan berpotensi korupsi. Erick Thohir merasa segabai pemilik PSSI sehingga mengangkat dan memberhentikan pelatih seenaknya saja, tanpa melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip utama PSSI sebagai organisasi (bukan klub) yang harus mengambil keputusan strategis secara terstruktur dan tranparan.

Rangkaian sikap dan keputusan Erick Thohir pasca kegagalan Indonesia ke Piala Dunia 2026 ini menimbulkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat pecinta sepakbola Indonesia. Ungkapan kekecewaan dan kemarahan tersebut terjadi pada Jumat (14/11/2025), kantor PSSI di GBK Arena, Jakarta, digeruduk kelompok suporter Timnas Indonesia Ultras Garuda. Para suporter menyerukan agar Ketum PSSI Erick Thohir mundur. Saat Ini, mengganti Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI adalah tindakan yang masuk akal sehat.*** (Dr Raiders Salomon)