Loading Now

Seorang Oknum Petugas Keamanan Kantor ATR BPN Kabupaten Bogor Usir Para Awak Media Saat Liputan Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Seorang Oknum Petugas Keamanan Kantor ATR BPN Kabupaten Bogor Usir Para Awak Media Saat Liputan Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Sejumlah Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor (Photo: Dok BE)

Bidik Ekspres.id | Kab Bogor

Aksi unjuk rasa mahasiswa Kabupaten Bogor di Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor yang mendapat pengawalan dari aparat kepolisian Polres Bogor
menuai perhatian publik, pasalnya oknum petugas keamanan Kantor tersebut mengusir para awak media ketika hendak meliput pertemuan antara perwakilan mahasiswa dan masyarakat dengan Pihak ATR BPN pada Jum’at 5/7.

Oknum petugas keamanan Kantor ATR BPN dengan congkak dan lantangnya mengatakan “Saya usir kamu, saya punya hak ini kantor saya”

Atas tindakan yang dilakukan oleh oknum petugas keamanan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor tersebut sudah jelas melanggar melanggar UU Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta Undang-Undang 40 Tahun 1999 tentang Pers

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dan masyarakat di Kantor BPN Kabupaten Bogor tersebut diduga ada Pejabat BPN yang menerbitkan sertifikat nomor 132, 134 dan 142 atas nama Essy Martini atas objek yang berada di Desa Wirajaya Kecamatan Jasinga tidak sesuai dengan SOP.

Dihadapan peserta aksi, seorang Pejabat Kabag BPN Kabupaten Bogor pun terkesan berpura pura tidak faham, bahkan Ia mengatakan tidak mengetahui objek tersebut, namun kenyataannya sertifikat bisa terbit

Hingga saat ini nama Essy Martini sendiri belum diketahui alamat jelasnya, hal tersebut diungkapkan Heru Partindo yang merupakan kuasa hukum dari yayasan Desember Satu Sejahtera dimana menurutnya telah terbit sertifikat dengan 39 bidang di objek Blok Jalan Cimampang Desa Wirajaya milik Yayasan tersebut

Menurut Heru denga terbitnya sertifikat bernomor 132, 134 dan 141 yang total luas sekitar 6 hektar lebih atas nama Essy Martini, ini membuktikan telah terjadi kesalahan SOP yang dibenarkan oleh BPN untuk memuluskan denga tujuan oligarki meraup keuntungan dengan menyengsarakan rakyat.

Selain itu, dalam somasi yang dilayangkan oleh Bonar Sitinjak terhadap Darma pada 28/3 yang lalu atas perkara objek di Desa Wirajaya disebutkan bahwa sertifikat nomor 142 adalah atas nama M Ali Yusuf.***

error: Content is protected !!