Loading Now

Pagelaran Tari Kolosal Turonggo Yakso Dalam Tradisi Upacar Adat Ngetung Batuh di Kabupaten Trenggalek Pecahkan Rrkor MURI

Pagelaran Tari Kolosal Turonggo Yakso, Kesenian asli dari Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek

Bidik Ekspres.id | Trenggalek

Tradisi tahunan Upacara Adat Ngetung Batih di Kecamatan Dongko dimeriahkan dengan pagelaran tari kolosal Turonggo Yakso yang memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan jumlah peserta terbanyak.

Sebanyak 2.708 penari dari berbagai usia, mulai dari pelajar SD hingga SMA, memeriahkan Lapangan Kecamatan Dongko pada Minggu 7/7.

Penampilan apik para penari Turonggo Yakso ini menjadi bukti komitmen masyarakat Dongko dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur.

“Ini luar biasa, biasanya pemecahan rekor MURI dilakukan oleh tingkat kabupaten, tapi di sini bisa dipecahkan oleh tingkat kecamatan,” ujar Sri Widayati, perwakilan MURI, saat menyerahkan penghargaan rekor dunia ke-11.718 kepada Panitia Ngetung Batih.

Menurut Didit Sasongko, Ketua Panitia Ngetung Batih, persiapan pagelaran tari kolosal ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan. “Kami memilih Tari Turonggo Yakso karena ini adalah ikon Kecamatan Dongko dan ikon Trenggalek,” jelas Didit.

Pemecahan rekor MURI ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Trenggalek khususnya Masyarakat Dongko. Diharapkan dengan prestasi ini, tidak ada pihak lain yang berani mengklaim bahwa Tari Turonggo Yakso berasal dari daerah mereka.

“Hak paten Turonggo Yakso ini asli dari Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, bukan dari daerah lain,” tegas Didit.

Lebih membanggakan lagi, Tari Turonggo Yakso telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak benda dari Kabupaten Trenggalek. Hal ini semakin memperkuat identitas dan kekayaan budaya Trenggalek yang patut dilestarikan dan dibanggakan.***

Sumber: Diskominfo Trenggalek

error: Content is protected !!