Loading Now

Fase Kepulangan Jemaah Haji Jabar Gelombang II Ditandai Dengan Pemulangan Jemaah KJT 13 di Debarkasi Kertajati

Bidik Ekspres.id | Majalengka

Pemulangan jemaah haji KJT 13 asal Kab. Kuningan dan KJT 14 asal Kab. Bandung ke Tanah air, Jumat 5/7, di Debarkasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka menandai pemulangan gelombang kedua. Kloter KJT 13 terbang dari Tanah Suci menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines KJT 13 SV5670/ SV4670 tiba pukul 14.01 WIB dengan jumlah 440 jemaah haji dan petugas kloter. Sedangkan KJT 14 SV5764/ SV4764 tiba pukul 15.06 WIB sebanyak 440 jemaah haji dan petugas kloter.

Hingga tanggal 6/7 pukul 09.00 WIB, pada fase pemulangan jemaah haji gelombang kedua, sudah 6.153 orang jemaah haji dan petugas tiba di Debarkasi Kertajati yang tergabung dalam 14 kelompok terbang. Jemaah haji KJT yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) berjumlah 19 orang. Sedangkan sisa jemaah di Tanah Suci berjumlah 6. 896 orang.

Kedatangan KJT 13 dan KJT 14 Hanya berjarak waktu tidak kurang lebih dari satu jam. Seluruh jemaah haji dari dua kloter tersebut dalam kondisi sehat walafiat. “Alhamdulillah, kami baru landing di Kertajati. Secara umum, kesehatan jemaah haji di Tanah Suci hingga tiba di Tanah Air baik dan sehat. Hanya batuk pilek saja,” kata petugas TKHI KJT 13 asal Kuningan dr.Tiara Andini Putri N.

Semua jemaah saat berada di Tanah Suci mendapatkan pelayanan yang baik. Seluruhnya mematuhi apa yang dikatakan petugas. Jika ada yang sakit dianjurkan untuk meminum obat. Dia berpesan, jemaah haji segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat jika ada gejala dalam waktu 21 hari setelah tiba di Tanah Air. Bagi jemaah yang masih berada di Tanah Suci tetap semangat, jaga kesehatannya dan ikuti saran petugas. Ungkap Tiara

H. Aliyudin (70) ketua rombongan 10 KJT 13, merasakan pelayanan di Tanah Suci dari para petugas kloter sangat memuaskan. Di hotel selalu ada pemantauan kemudian pelayanan hotel juga bagus sekali. Pelayanan kedua hotel di Madinah dan Mekah sangat bagus. “Saya mengapresiasi petugas kesehatan, mereka tidak mengenal lelah baik di Mekah, Arofah, Mina sampai kita tiba di Kertajati, mereka pekerja keras dan antusias sekali. Saya ucapkan terima kasih,” ucapnya.

Pendapat serupa juga dinyatakan Hj. Yuyu Supiati (55) dari KJT 14. Menurutnya, para petugas kloter semuanya siap tanggap. Kemudian petugas kesehatan setiap hari ada jadwal pemeriksaan. Demikian pula di hotel juga ada klinik satelit, sehingga memudahkan jemaah untuk periksa kesehatan. Misalnya pemeriksaan gula darah dan kolesterol.

Sementara itu Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, setelah kegiatan di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) jumlah jemaah yang sakit di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Kebijakan murur pada pergerakan jemaah saat puncak haji di Armuzna tahun ini berdampak positif dengan berkurangnya jemaah kelelahan usai Armuzna dibanding tahun lalu,” katanya, Rabu (3/7), dalam keterangan resmi Kemenag di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

PPIH, tuturnya, kembali mengimbau jemaah haji Indonesia untuk tetap menjaga kesehatan tubuh selama di Kota Madinah dengan makan tepat waktu, minum obat teratur sesuai anjuran dokter, menjaga hidrasi tubuh dengan minum yang cukup.

“Manfaatkan momentum terbaik selama di Mekah dan Madinah dengan memperbanyak ibadah dengan zikir dan membaca Al-Qur’an dan amalan-amalan ibadah lainnya,” pungkasnya.***

Sumber: Humas Kemenag Jabar 

error: Content is protected !!