Serahkan Sertifikat PTSL, Menteri ATR/BPN AHY Sebut Putus Mata Rantai Mafia Tanah Serobot LahanBidik Ekspres.id | Kab Bandung 

Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja diwaktu libur dengan menyerahkan simbolis 25 sertifikat PTSL kepada warga secara door to door di Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Minggu (9/6/2024).

Hadir mendampingi AHY ke Kabupaten Bandung adalah Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN,  Suyus Windayana, Kepala ATR/BPN Provinsi Wilayah Jawa Barat , Yuniar Hikmat Ginanjar; Kepala ATR/BPN Kabupaten Bandung, Rahmat, Anggota DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi dan sejumlah unsur lainnya.

Lebih lanjut AHY menyebut, pemerintah akan terus gencar melakukan program sertifikasi Pendaftaran Tanah Sistemaris Lengkap (PTSL) di seluruh Indonesia agar seluruh masyarakat mempunyai sertipikat yang jelas, tidak tumpang tiindih dengan masyarakat lain maupun dengan perusahaan, atau aset pemerintah.

Sebagaimana diketahui, Desa Kopo telah mengusulkan 2000 PTSL tahun 2024 ini dan telah terealisasi sebanyak 840 termasuk yang diserahkan AHY kepada warga di beberapa RT.

“Dengan telah punya sertifikat tentunya ada kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah masyarakat termasuk di Jawa Barat, dan Kabupaten Bandung, sehingga dapat terhindar penyerobotan lahan oleh mafia tanah,” tegasnya.

Selain itu, kata AHY, dengan sertifikat tanah dimana akan memiliki nilai ekonomi, oleh sebab sertifikat bisa digunakan untuk modal usaha, membuka warung atau mengembangkan UMKM.

Dirinya menghimbau masyarakat atas nama Kementerian ATR/BPN, agar seluruh warga mendaftarkan mengurus sertifikat tanahnya.

Untuk itu, kata AHY lagi, segeralah daftarkan ke KTR/BPN di tingkat kabupaten/ kota. Pada dasarnya kita akan bantu dan layani sebaik mungkin. Karena kuota juga sudah dilakukan dengan sistem digital.
Nanti kedepannya bukan bersifat fisik lagi tetapi cukup satu lembar saja akan aman melalui sertifikat elektronik/digital, dimana akan terdata dengan baik data base kita. Sehingga tidak akan mudah dipalsukan serta menghindari upaya dipublikasikan oleh mafia tanah untuk diperjualbelikan, dimana yang berhak malah kehilangan haknya serta akan panjang prosesnya.

Selama seratus hari kerja, AHY mengaku telah terjadi penambahan 2,4 juta bidang tanah yang disertifikatkan.

“Semoga tahun ini capaian target 120 juta bidang tanah di seluruh Indonesia dapat didaftarkan kemudian bisa disertifikatkan dan langsung disalurkan kepada masyarakat luas,” pungkasnya.*** (Arif)

Editor : Aripudin

satu Respon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *