Loading Now

Sejumlah Pedagang Hewan Qurban Di Margaasih Kabupaten Bandung Mengeluh Sepinya Penjualan Ditambah Permintaan Berkedok Sewa Lapak Yang Memberatkan.

Sejumlah Pedagang Hewan Qurban Di Margaasih Kabupaten Bandung Mengeluh Sepinya Penjualan Ditambah Permintaan Berkedok Sewa Lapak Yang MemberatkanBidik Ekspres.id | Kab Bandung

Jelang perayaan Idul Adha 1445 H, penjualan hewan qurban khusunya kambing di sejumlah daerah di Kabupaten Bandung mengalami penurunan.

Akibatnya sejumlah pedagang kambing yang melapak di sekitaran wilayah Margaasih Kabupaten Bandung mengaku penjualan tahun ini lesu, kemungkinan Idul Adha tahun ini berbarengan dengan musim PPDB serta faktor ekonomi masyarakat yang sedang menurun.Seperti yang diceritakan salah satu pedagang kambing yang melapak di sekitarnya Jalan Rancamalang Margaasih yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui awak Media www.bidikekspres.id pada Senin 17/6 mengatakan
“Sejak saya melapak disini sekitar 3 hari yang lalu, penjualan kambing  sangat sepi dan berbeda dengan tahun sebelumnya”

“Dari sekitar 30 Kambing yang saya bawa, hingga hari Raya Idul Adha baru terjual sekitar 13 ekor, itu pun dengan harga yang pas pasan” lanjutnya.

Menurut pedagang tersebut, harga Kambing cukup bervariasi tergantung dari besar kecilnya kambing mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 6 juta per ekor.

“Mungkin Idul Adha sekarang berbarengan dengan pendaftaran anak sekolah Pa, sehingga pengeluaran sekarang lebih diutamakan dulu buat anak sekolah” ucapnya dengan nada lesu.

“Sejak tadi pagi hingga saat ini (Pukul 11.30_Red) baru terjual 1 ekor, sedangkan sisanya masih banyak” ucapnya sambil memandangi dagangannya.

Ketika ditanya menepati lahan siapa untuk berjualan kambing, dia pun menjawab
“Saya tidak mengetahuinya, namun yang jelas ada datang kesini Ketua RT di Rancamalang meminta biaya sewa lahan sebesar Rp 1,5 juta untuk 3 hari”

“Yang jelas itu bukan tanahnya dia (RT_Red), soal uangnya tidak tahu untuk apa karena dia tidak menyebutkannya” lanjutnya.

Menurut pedagang tersebut, dia berjualan kambing ngambil lagi dari peternak lain, dengan harapan ada untung sedikit untuk menambah biaya pengeluaran kehidupan sehari hari

“Saya ngambil dari rekan sesama peternak, namun kalau lihat situasi seperti ini saya bingung Pa, Kambing masih banyak, yang ngambil rumput dan yang nungguin harus dibayar ditambah lagi dengan bayar ke Pa RT yang jumlahnya cukup berat bagi saya” ucapnya sambil menghela nafas panjang.

“Jangankan untung, pengeluaran dan upah sekedarnya buat yang ngambil rumput dan yang menjaga sudah tertutup saja sudah Alhamdulillah” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Awak Media mencoba menelusuri terkait permintaan oleh oknum RT dengan  mengatasnamakan sewa lapak dengan memungut sebesar Rp 1,5 juta kepada pedagang di jalan Rancamalang tersebut, yang jelas jelas kondisi tersebut mencekik rakyat kecil.*** (Red)

error: Content is protected !!