Loading Now

Polres Ciamis Tangkap TCA Yang Terlibat Judi Online Jaringan Kamboja Dengan Nilai Transaksi 356 Miliar

Polres Ciamis Tangkap TCA Yang Terlibat Judi Online Jaringan Kamboja Dengan Nilai Transaksi 356 Miliar Bidik Ekspres.id | Bandung

Polisi menangkap TCA yang terlibat judi online jaringan Kamboja di Ciamis, Jawa Barat. Dia berperan menampung deposit judi online selama tiga tahun terakhir dengan jumlah transaksi Rp 356 miliar.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan penangkapan dilakukan Polres Ciamis dengan didahului patroli siber.

“Tersangka TCA ditangkap di sebuah hotel di Tasikmalaya kota dan dibawa ke Polres Ciamis tanggal 26 Juni,” kata Jules di Mapolda Jabar, Kamis 27/6.

Mulanya polisi mendapati warga Ciamis yang menerima uang dalam rekening dengan jumlah yang sangat besar.

Usai melakukan penelusuran dengan melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), uang tersebut diduga hasil dari bisnis judi online.

Polisi lalu memeriksa warga tersebut dan mendapat informasi mengenai pelaku berinisial TCA.

Warga Ciamis itu diperintah membuat 5 rekening bank oleh TCA. Rekening yang dimaksud ternyata dipakai untuk menampung deposit hasil judi online oleh TCA.

“Dari hasil pengecekan terhadap 5 rekening, ada transaksi dengan jumlah Rp 356 miliar dengan tersangka TCA,”

Sejauh ini polisi telah memeriksa 11 saksi termasuk ahli. Ada 5 telepon seluler yang disita serta 216 buku tabungan satu koper biru dan sembilan situs terindikasi judi online.

“Mereka sudah menjalankan aksi tersebut selama tiga tahun. Peran tersangka membuat rekening, dia yang bertanggung jawab ini lima rekening deposit,” kata dia.

Saat ini Polres Ciamis masih mendalami jalur transaksi keuangan di lima rekening tersebut. Situs-situs yang terindikasi judi online telah diajukan pemblokiran ke Kominfo melalui Bareskrim Mabes Polri.

Tersangka dijerat pasal 45 ayat 3, jo pasal 27 ayat 2 undang-undang nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.***

Sumber: Humas Polda Jabar

error: Content is protected !!