Loading Now

Pekerjaan Proyek  Pembangunan Saluran Air Tersier Di Desa Karangsari Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Diduga Tidak Sesuai Bestek

Pekerjaan Proyek  Pembangunan Saluran Air Tersier Di Desa Karangsari Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Diduga Tidak Sesuai BestekBidik Ekspres.id | Kab Bekasi

Pengerjaan Proyek Pembangunan saluran Air tersier yang terletak di Kampung Kalenderwak Telar RT 001 RW 005 Desa Karangsari Cikarang Timur Kabupaten Bekasi menurut informasi bersumber dari APBN yang seharusnya dikerjakan pada 2024, namun baru dilaksanakan pada tahun ini.

Diduga pihak Pemdes Karangsari terkesan menutup nutupi kegiatan tersebut, hal tersebut bisa terlihat dengan tidak adanya papan Proyek, barulah setelah ramai diberitakan papan Proyek tersebut dipasang.

Selain itu, para pekerja Proyek tersebut tidak dilengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri) sama sekali bahkan pekerja tidak menggunakan alas kaki alias nyeker, hal tersebut terlihat ketika awak media terjun kelokasi pada Senin 17/6.Pekerjaan saluran air tersier tersebut patut diduga dikerjakan tidak sesuai bestek, hal tersebut terlihat pada pasangan batu belah yang langsung dipendam di lumpur serta menempel digalengan sawah tanpa digali dulu sebelumnya, selain itu celah celah pada pemasangan batu belah juga banyak yang kosong tidak terisi oleh campuran adukan.

Dari Pantauan awak media dan LSM, SIRA ( Suara Independen Rakyat Adil )proses pengerjaan saluran air tersier desa Karangsari dalam pemasangan batu belah langsung di pendam kedalam lumpur, dan tidak ada Sepatu / pondasi bawah dan cerucuk bambu Papan Nama Proyek baru di pasang setelah 9 hari kerja dan sudah viral.

Menurut Koordinator DPP LSM SIRA (Suara Independen Rakyat Adil) Jabar Yusuf Supriyatna mengatakan
“Dengan tidak memasang papan proyek, pekerjaan tersebut terkesan ditutup tutupi agar tidak diketahui publik dimana hal tersebut diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa, setelah ramai barulah dipasang”

“Ini  jelas melanggar Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)” tandasnya

“Kegiatan tersebut senilai Rp 298.188.800 yang bersumber dari APBN 2023 dengan rincian pekerjaan panjang sebelah kanan 396 meter dan kiri 395 dengan  ketinggian 0,7 meter” ucap Yusuf.

Lebih jauh Yusuf mengataka
“Pekerjaan tersebut terlihat asal jadi, bahan material mengunakan batu kualitas rendah (batu koreng) serta pemasangan batu belah haya sebelah dengan  menempel di galengan sawah serta tidak di lakukan galian pondasi bawah dan tidak adanya cerucuk bambu untuk penguat pegangan adukan pasir batu dan semen”

“Dikawatirkan pembangunan saluran air tersier tersebut tidak akan bertahan lama karena rentan keropos dan roboh” lanjut Yusuf

Yusup meminta kepada Inspektorat,  BPK serta pihak terkait lainnya untuk segera mengecek kegiatan pembangunan yang terdapat di desa Karangsari yang patut diduga terdapat banyak kejanggalan.

Semetara itu hingga berita ini diturunkan, pihak Pemdes Karangsari belum dapat dimintai konfirmasi serta klarifikasi terkait kegiatan tersebut.***

*Pers Rilis 

error: Content is protected !!