Loading Now

Masjid Baiturrahman Komplek Dimensi Desa Lagadar Margaasih Sembelih 13 Ekor Sapi Serta 10 Ekor Kambing

Masjid Baiturrahman Komplek Dimensi Desa Lagadar Margaasih Sembelih 13 Ekor Sapi Serta 10 Ekor KambingBidik Ekspres.id | Kab Bandung

Masjid Baiturrahman yang terletak di Komplek Dimensi Desa Lagadar Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung dalam pelaksanaan Idul Adha 1445 H menyembelih hewan quran sebanyak 23 ekor dengan rincian 13 ekor sapi (1 diantaranya jenis limosin) serta 10 ekor kambing

Pelaksanaan Sholat Idul Adha serta penyembelihan hewan kurban sendiri dilaksanakan oleh DKM Mesjid Baiturrahman sendiri sesuai dengan yang diputuskan pemerintah yakni hari Senin 17/6.

Menurut tokoh masyarakat Komplek Dimensi yang juga Wakil Ketua BPD Lagadar Arief Suryanandar kepada Media www.bidikekspres.id mengatakan
“Alhamdulillah ini merupakan suatu bukti bahwa warga disekitaran komplek Dimensi terutama RW 09,18 dan 19 mempercayakan untuk menitipkan hewan qurban sekaligus mendistribusikannya kepada pengurus Mesjid Baiturrahman”

Wakil Ketua BPD Lagadar Arief Suryanandar Bersama Babinsa Lagadar Serda Bartho H Lumbantoruan

“Hal ini terlihat dari banyaknya warga untuk menyaksikan penyembelihan” lanjut Arief.

Lebih jauh Arif mengatakan sebelumnya warga terlebih dahulu diberikan kupon oleh panitia yang nantinya ditukarkan dilokasui, saking membludaknya yang mengambil daging Panitia harus menunggu hingga malam hari karena harus menunggu kehadiran warga yang  telah mengajukan proposal sebelumnya

Sementara itu, ditempat yang sama menurut Ketua Yayasan BTR (Baiturahman) Ustad Kholifatul Ardi yang akrab disapa Kang Ardhi mengatakan
“Dalam pembagian daging qurban semuanya sama, Kami tidak membedakan bedakan antara suku, ras, agama serta latar belakang, semuanya mendapat bagian yang sama”

Lebih jauh Kang Ardhi mengatakan
“Qurban yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibahim adalah satu bukti keiklasan serta keimanan dari umat muslim yang kaffah”

“Dapat kita bayangkan dari sebuah contoh pengorbanan keimana dari Nabi Ibrahim AS, bila kita mempunyai anak kesayangan yang didapat dari keinginan yang lama dimana kemudian atas perintah Allah SWT melalui mimpi harus disembelih oleh tangan kita sendiri, apa yang terjadi sanggupkah kita bila mendapat ujian seperti para Nabi dahulu kepada kita saat ini?”

“Kita dapat mengambil hikmah pelajaran dari hasil didikan Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah kepada anaknya Nabi Ismail AS yang ketika itu berusia sekitar 6-7 tahun yang tidak ragu lagi untuk segera melaksanakanperintah Allah SWT kepada Ayahandanya” punglas Kang Ardhi.***

error: Content is protected !!