Diduga Tercemar Air Limbah, Ratusan Petani Di Desa Lagadar Margaasih Meradang Lantaran Tanaman Palawija Mati MendadakBidik Ekspres.id | Kab Bandung

Para petani yang ada di Desa Lagadar Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung meradang lantaran tanaman palawija mereka mendadak mati yang diduga tercemar limbah industri.

Hal tersebut tidak hanya dialami oleh para petani yang ada di Desa Lagadar saja, petani yang ada di Desa Selacau Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat pun mengalami hal sama, pada waktu yang hampir bersamaan tanaman yang mereka tanam dan diurus mendadak mati, Rabu 22/5.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, para petani tersebut terpaksa harus memanen tanamannya meski masih berumur muda, selain itu tanaman siap panen pun hanya bisa terselamtkan sebagian kecil, akibatnya petani menderita kerugian.

Matinya tanaman palawija tersebut, diduga akibat tercemari oleh limbah industri tekstil yang dari pabrik pabrik yang ada di daerah Cimahi yang membuang limbah tekstil secara ilegal serta sembarangan ke kali Cimahi yang selanjutnya masuk saluran irigasi di daerah sepanjang Cikuya hingga Batujajar, dimana irigasi tersebut merupakan satu satunya sumber air bagi para petani.

Berdasarkan pantauan dilapangan, sewaktu masih aktif Satgas Citarum Harum kondisi air di sungai irigasi terbilang bersih. Namun setelah Satgas Citarum Harum tidak ada kondisi sungai tersebut kembali tercemar, tiap hari warnanya selalu berubah ubah serta mengeluarkan bau yang cukup menyengat.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, ketika hujan turun pabrik pabrik tekstil tersebut membuang limbahnya langsung ke saluran air, atau bila tidak terjadi hujan pabrik pabrik tersebut membuang limbahnya pada waktu malam hari dimana masyarakat sedang tertidur.

Seorang Petani Nandar mengatakan
“Baru kali ini ada kejadian tanaman saya mati mendadak setelah disiram oleh air irigasi”

“Kami mengalami kerugian besar, dimana tanaman kami belum masa panen sudah dipanen, itu pun yang bisa diselamatkan hanya sebagian kecil” lanjutnya.

“Kami bingung kepada siapa meminta pertanggung jawaban, jangankan punya lebih untuk membayar pupuk pun tidak mencukupi” pungkasnya.

Sementara itu, Km seorang petani yang menanam sawit kepada media http://www.bidikekspres.id   mengatakan
“Tanaman kami sudah ditawar oleh pedagang pasar sebesar 2,5 juta, dengan kejadian ini tanaman kami hanya terjual 1 juta karena sebagian besar mati”

Menyikapi hal tersebut, ditempat terpisah Kepala Desa Lagadar Asep Jaelani mengatakan.
“Kami sangat menyangkan kejadian ini, warga Kami mengalami kerugian yang besar akibat matinya tanaman mereka oleh limbah pabrik”

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak pihak lain untuk menyikapi hal tersebut, serta kami akn mengusut masalah ini serta mencari tahu pabrik mana saja yang membuang limbah secara sembarangan” pungkas Kades Lagadar yang akrab di sapa Ayah ini.

Atas kejadian matinya tanaman para petani yang diduga tercemar oleh limbah industri,  Instansi terkait agar segera turun tangan untuk menyelidiki masalah tersebut serta memberikan sanksi yang tegas terhadap para pelaku industri nakal yang membuang limbah tekstil secara serampangan dan merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Redaksi masih berusaha melakukan konfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung dan Kota Cimah.*** (Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *