Bidik Ekspres.id | Kab Tasikmalaya

Beberapa orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan modus memalsukan surat sertifikasi pendidik.

Gambar ilustrasi 

Surat sertifikasi pendidik yang diduga aspal tersebut dipergunakan mereka sebagai agunan dalam meminjam dana kepada Koprasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Tunas Arta Mandiri (TAM) Cabang Tasikmalaya Jawa Barat

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Cabang KSPPS TAM Cabang Tasikmalaya Ketika awak Media https://bidikekspres.id/ mengkonfirmasi terkait hal tersebut ke kantornya.

Menurut Kepala Cabang KSPPS TAM Cabang Tasikmalaya, beberapa orang oknum ASN dilingkungan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya serta Cimais tersebut meminjam sejumlah uang kepada KSPPS TAM Cabang Tasikmalaya dengan menjaminkan anggunan berupa surat sertifikasi pendidik yang diduga aspal.

Dugaan surat Sertifikasi Aspal tersebut muncul dari salah satu bank yang memegang anggunan surat sertifikasi yang sama dengan yang ada di KPSPPS TAM Cabang Tasikmalaya.

Menurutnya, beberapa orang Oknum ASN dilingkungan Pemkab Tasikmalaya tersebut diantaranya berinisial UNG salah satu ASN di KUA Sukaraja, ELN seorang Kepala Sekolah salah satu MTS di Kecamatan Parung Ponteng dan HLI seorang Guru SMP di Kecamatan Cibalong.

Menurut Kepala Cabang KSPPS TAM Cabang Tasikmalaya, beberapa orang oknum ASN tersebut meminjam sejumlah uang kepada pihaknya dengan menjaminkan anggunan berupa surat sertifikasi yang diduga palsu.

Dugaan surat sertifikasi aspal tersebut muncul dari salah satu bank yang memegang anggunan surat sertifikasi yang sama dengan yang ada di KPSPPS TAM, lanjut sumber

Untuk menyelesaikan kasus dengan nasabahnya tersebut, pihak KSPPS TAM Cabang Tasikmalaya telah menguasakan kepada Konsultan Hukumnya Drs Alex Mugiharjo, SH. yang beralamat di Perum Bumi Asri Blok B No 16 Indihiang Tasikmalaya untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Menurut beberapa orang ASN yang diduga menggunakan surat sertifikasi pendidik aspal mengakui mereka membuat surat sertifikasi tersebut atas saran sesorang sesama ASN di Tasikmalaya, dan lewat oknum ASN tersebut mereka membuat surat sertifikasi pendidik yang selanjutnya digunakan untuk agunan di KSPPS TAM Cabang Tasikmalaya.

Ketika mengkonfirmasi hal tersebut kepada Humas Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, oleh Humas diarahkan kepada Kasie Pontren namun sangat disayangkan ketika dihubungi melalui Ponselnya yang bersangkutan tidak mersepons sama sekali.

Apabila hal tersebut benar, semoga pihak Aparat Penegak Hukum dapat menyelidiki serta mengungkap kasus tersebut karena disinyalir puluhan ASN terlibat dalam masalah pemalsuan doumen ini dan segera mengungkap otak sindikat dibalik semua ini.

Kepada Kemenag dan Disdik, jika terbukti para oknum ASN tersebut bersalah agar segera memberikan sanksi yang tegas, sebab mereka telah mecoreng nama baik institusi yang menaunginya, selain itu perbuatan mereka juga sangat merugikan perbankan .

Jika kemudian perbuatan oknum ASN tersebut terbukti, mereka dapat terancam dengan Pasal 263 KUHP terkait pemalsuan dokumen dengan ancaman penjara 6 tahun serta Pasal 378 KUHP terkait penipuan dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun serta ketentuan ketentuan hukum lainnya yang berkaitan dengan ASN.*** (Tim BE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *