Berita Terbaru

BIDIK EKSPRES – Indramayu-Memasuki musim tanam kedua (MT 2) sadon warga tani mulai disibukkan dengan olah lahan yang akan ditanami padi periode April – September.

Namun Warga tani masih mengeluhkan ketersediaan mesin roda dua traktor dan pekerja untuk mengolah lahan sawah makanya pengolahan sawah tidak bisa serempak menunggu selesai pengolahan yang sedang di garap hal ini menjadi kendala biarpun hasil tanam padi pada saat musim Panen rendeng hasilnya cukup mestinya pemerintah memperhatikan juga tentang harga gabah fleksibilitas 10 persen penyesuaian harga gabah naik tiap tahun hal ini dirasa masih kurang sebab ongkos produksi pertanian mengalami kenaikan setiap tahunya kalau saja Bulog membeli langsung kepada petani dengan kenaikan harga 15 persen naik setiap tahunya kemakmuran warga tani akan terlihat.

Seperti di katakan Musa (54) warga Desa Telagasari blok toang jalan tempel kecamatan Lelea membenarkan saat musim tanam olah lahan warga tani berupaya sekali adanya alat mesin pertanian karena mesin traktor dan pekerja sangat kurang jadi ya begitulah menunggu olah lahan lain selesai dulu , tentu Saya berharap sekali perhatian pemerintah untuk membantu kesulitan masyarakat tani akan alat mesin Pertanian , banyak sekali petani yang tidak masuk pada Kelompok tani, ” di saat olah lahan sawah kerepotan untuk mencari sewa traktor dan pekerja pengolah lahan sawah”.katanya
[ads-post]
Senada juga disampaikan H Nono warga tani desa Nunuk garapan sawahnya di blok tlakop Desa Telagasari, kami tidak habis pikir setiap musim tanam maupun musim panen terulang lagi harga gabah jatuh sedang ongkos produksi naik kegembiraan masyarakat tani hanya bersifat sementara bila dihadapkan dengan musim tanam Urea bersubsidi naik hampir sama harganya dengan harga Subsidi Kartu tani yang dimiliki tidak bisa menjamin bisa beli Urea Bersubsidi karena warung tani akan menjelaskan urea sudah habis ada juga urea non Subsidi belum lagi obat obatan pertanian ikutan Naik hal inilah menjadi pertanyaan masyarakat tani kenapa setiap panen dan musim tanam masyarakat tani di mainkan seperti ini.

Sementara itu Ketua LSM Peduli Aspirasi Rakyat Dartim Fikri mengatakan Persoalan Pertanian di lumbung padi Nasional jangan di anggap sepele harus menjadi bahan renungan dan pemecahan khususnya Dinas Pertanian apa yang di keluhkan masyarakat tani bukan barang baru setiap tahun terulang lagi panen raya harga gabah anjlok begitu musim tanam kebutuhan pertanian akan Naik,” bagaimana dengan Dinas Pertanian sudah berbuat apa untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat tani Kabupaten Indramayu .” Katanya (Otong.S)

Tinggalkan Balasan

Share Article: